Monday, May 21, 2007

UI Tambah Mewah

(Rencana Jembatan Teksas/foto: Situs UI)
Malam ini (Senin, 21/5), rasanya Saya semakin bertambah kecewa terhadap pendidikan tinggi negeri (PTN) sekarang. Terlebih lagi dengan Universitas Indonesia (UI). Bukan karena Saya iri terhadap pembangunan kampus yang semakin pesat dan berdiri megah di kota Depok ini. Rektor UI ternyata suka kontrak kerja dengan instansi lain yang dirasa mubazir.

Pembangunan proyek jembatan di komplek UI salah satu contohnya baru-baru ini disepakati. Seharusnya, Rektor UI lebih peduli dengan keadaan dunia pendidikan di Indonesia sekarang yang belum membaik. Apalagi para mahasiswanya yang kurang mampu justru harus lebih diperhatikan. Jangan sampai stigma kurang baik masyarakat luar terhadap UI, dipandang hanya milik orang-orang yang berduit saja. Atau ternyata stigma itu benar kini? Merekalah yang punya jawabannya.

Di luar pulau Jawa, masih banyak kampus PTN yang 'terseok-seok' butuh dana untuk membangun gedung, menambah laboratorium, koleksi buku, menyekolahkan para dosennya ke jenjang lebih tinggi, dan lain sebagainya. Apa yang dilakukan UI mencerminkan kesenjangan sosial antar PTN. Jika demikian, sungguh UI belum peduli terhadap kualitas SDM-nya. Sebaliknya, membangun jembatan lebih diprioritaskan.
***

"Jembatan penghubung Hard Science - Soft Science". Demikian tulis judul berita yang dikutip dari situs UI, Senin (21/5) itu. PT Krakatau Engineering, salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel akan membangun jembatan di atas danau puspa yang membentang antara Fakultas Teknik dan fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Kontrak kerjasama telah ditandatangani Senin pagi (21/05) di Kampus Depok.

Rektor UI Prof. Dr.Usman Chatib Warsa, Sp.MK., Ph.D menyebutnya sebagai jembatan penghubung hard science (Fakultas Teknik) dan Soft Science (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya). Istilah bekennya bisa juga dinamakan jembatan “TEKSAS” (teknik dan sastra). Tetapi menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel Daenulhay, secara terus terang mengatakan jembatan ini merupakan promosi dan reputasi perusahaan dipertaruhkan. Karena itu Daenulhay mewanti-wanti kepada pihak PT Krakatau Engineering supaya pembuatan jembatan kuat dan tahan lama.

Dalam paparannya, pihak PT Krakatau Engineering mengatakan semua rangka jembatan dibuat dari baja yang tahan karat dan tahan cuaca dan jembatan dibuat tidak saja untuk para pejalan kaki normal tetapi juga ada koridor untuk pejalan yang buta, serta ada pedestrian yang akan nyaman untuk berjalan di pinggir danau. Di bawah jembatan bisa menjadi tempat untuk saluran kabel fiber optik dari Fakultas tekni ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Atapnya dibuat sedemikain rupa, bisa untuk dipasang iklan, tetapi nyaman bagi pejalan kaki di jembatan. Bahkan kontruksi di ujung jembatan dibuat sedemikian rupa, yang melambangkan kemaskulinan dan kefemininan. Warna jembatan pun akan melambangkan warna UI ) kuningdan warna PT Krakatau Steel (merah). Pemancangan tiang akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2007 pada pukul 7 pagi.

2 comments:

Unknown said...

yup, gaya orde baru yang fisik oriented masih banyak yang melestarikan...

Anonymous said...

pak,

1. jembatan tersebut adalah sumbangan dari krakatau steel

2. menghubungkan teknik dengan fakultas-fakultas ilmu sosial agar ada integrasi/lintas batas antar keilmuan

3. jembatan tersebut tidak mewah, lihat aja sendiri

salam,

dosen UI